Cara Konfigurasi DHCP Server di Cisco Packet Tracer

Untuk melakukan cara konfigurasi dhcp server di cisco packet tracer kalian tidak membutuhkan koneksi internet, berikut langkah – langkahnya:

cara setting dhcp server di cisco packet tracer - langkah 1
  1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer. Disini Saya menggunakan Cisco Packet Tracer 7.1.
  2. Tambahkan 1 buah Router-PT1 Switch-PT2 PC-PT, dan 1 Laptop.
  3. Sambungkan semua perangkat tersebut menggunakan kabel Copper Straight-Through ➡ lalu klik Router-PT dan pilih menu CLI.

Setting DHCP Server di Cisco Packet Tracer

setting dhcp server cisco packet tracer - langkah 2
  1. Pada gambar di atas, terdapat tulisan “Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]” kita pilih “no” lalu enter.
  2. Ketik perintah “enable” atau kita bisa disingkat menjadi “en” lalu enter ➡ setelah itu ketik perintah “configure terminal” atau “conf t”.
    cara setting dhcp server di cisco packet tracer - langkah 3
  3. Pergi ke menu interface router yang tersambung dengan switch, disini interface yang tersambung adalah interface fa0/0, lalu ketik perintah “interface fa0/0” atau “int fa0/0”. 
    cara setting dhcp server di cisco packet tracer - langkah 5
  4. Jika sudah masuk ke interface router maka akan seperti gambar di atas.
  5. Masukan perintah “ip address 192.168.1.1 255.255.255.0” atau “ip add ….” lalu enter.
  6. Ketik perintah “no shut” atau “n sh” untuk menyalakan port tersebut ➡ lalu keluar dari interface dengan perintah “exit” atau “ex”.

Tips: IP tersebut hanya contoh dan bisa diisi dengan IP network lainnya.

Membuat Server DHCP di Cisco Packet Tracer

  1. Selanjutnya membuat server DHCP-nya dengan memasukan perintah “ip dhcp pool 1”.
  2. Masukan IP Network yang akan diberikan dengan perintah “network 192.168.1.0 255.255.255.0”.
  3. Tentukan router default untuk DHCP server tersebut dengan memasukan perintah “default-router 192.168.1.1” menggunakan IP yang ada di interface fa0/0 ➡ jika sudah, tinggal kita setting client agar menerima IP DHCP dari server.
  4. Klik PC-PT ➡ pilih menu Desktop ➡ IP configuration.
    cara setting dhcp server di cisco packet tracer - langkah 6
  5. Pilih DHCP dan jika sudah berhasil akan seperti gambar di atas.
  6. Lakukan hal yang sama pada semua client yang terhubung dengan switch yang tersambung dengan router.

Kelebihan DHCP Server

  • Memudahkan transfer data PC client lain atau PC server.
  • DHCP menyediakan alamat IP dinamis dan lainnya.
  • DHCP ini dibuat untuk menangani network besar dan konfigurasi TCP/IP kompleks.
  • DHCP mengizinkan client menggunakan alamat IP yang dapat digunakan berkali – kali, alamat IP bisa dipakai oleh client yang lain jika client tidak sedang menggunakannya atau bisa dibilang OFF.
  • DHCP mengizinkan client menggunakan satu alamat IP dalam waktu yang tertentu dari server.
  • DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter konfigurasi lainnya ke client.

Sekian tutorial cara setting dhcp server di cisco packet tracer dari saya, jika ada kesalahan silahkan komentar di bawah ini, semoga bermanfaat, terima kasih.

Fitur dan Fungsi Firewall pada Jaringan VoIP

Pengertian jaringan VoIP atau voice over internet protocol merupakan jaringan yang menyediakan layanan internet multimedia. Jaringan ini memiliki struktur yang lebih rumit dari jaringan komputer. Untuk mengamankannya, perlu firewall yang diaktifkan yang memiliki berbagai fungsi penting. Fungsi firewall pada jaringan VoIP sendiri terdiri dari beberapa fungsi berikut.

Apa Fungsi Firewall untuk Sebuah Jaringan VoIP?

1. Alat pertahanan dari hacking

pertahanan dari hacking

Firewall pada jaringan VoIP berfungsi sebagai alat pertahanan pertama untuk mencegah percobaan peretasan atau hacking.

Pengertian hacking sendiri adalah perusakan struktur jaringan yang dapat dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Firewall akan menjaga informasi rahasia supaya tidak keluar tanpa izin dari pengguna.

2. Mengontrol paket data

Firewall harus dapat mengatur, mengawasi, memfilter, dan juga mengontrol aktivitas komputer yang terhubung ke internet. Fungsi firewall pada sebuah jaringan VoIP ini adalah untuk mengontrol izin akses jaringan privat.

3. Memeriksa paket data

Fungsi Firewall pada Jaringan VoIP

Fungsi selanjutnya dari firewall adalah untuk memeriksa paket data yang akan melewati jaringan VoIP.

4. Memberikan akses

Firewall dapat memeriksa keamanan atau ancaman yang bisa masuk melalui sebuah jaringan yang terhubung ke komputer.

Firewall dapat memberi akses untuk izin dari sistem yang aman. Sedangkan jika ada ancaman dari sebuah jaringan atau sistem, firewall dapat memblokir akses tersebut.

5. Mendeteksi protokol aplikasi

fungsi firewall pada jaringan voIP

Fungsi firewall pada jaringan VoIP yang lainnya adalah untuk memeriksa header paket data dan juga mendeteksi protokol aplikasi dengan lebih spesifik.

6. Merekam lalu lintas

Fungsi dari firewall untuk jaringan VoIP adalah untuk mencatat atau merekam aktivitas atau lalu lintas yang terjadi. Hal tersebut berguna untuk mendeteksi apabila ada percobaan pembajakan jaringan.

7. Melindungi physing, deface, dan carding

Melindungi dari physing

Apa itu phiysing? Phiysing adalah pemalsuan data yang dilakukan oleh orang yang tidak berwenang. Deface diketahui sebagai modifikasi pada sebuah website oleh pihak luar secara ilegal.

8. Meminimalkan peluang ancaman

Fungsi atau manfaat firewall pada jaringan VoIP adalah dapat mengidentifikasi ancaman yang mungkin berbahaya dari sebuah jaringan. Fungsi ini dapat meminimalkan peluang untuk terkena serangan, baik malware, serangan hacker, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Ancaman yang Dapat Dicegah Firewall 

Ada beberapa istilah ancaman atau gangguan yang digunakan di dunia networking. Jaringan yang terhubung ke komputer selalu memiliki peluang ancaman. Firewall dipasang untuk melindungi berbagai ancaman atau serangan tersebut.

1. Fabrication

Fungsi firewall adalah untuk melindungi dari ancaman fabrication yaitu objek palsu yang disisipkan di dalam sebuah sistem. Serangan ini biasanya berbentuk pesan palsu yang dikirim ke orang lain.

2. Interruption

fungsi firewall

Fungsi firewall pada jaringan VoIP adalah untuk melindungi dari ancaman interruption. Ancaman ini dapat menyerang sistem dan memblokir sehingga tidak dapat diakses oleh yang berwenang. Interruption dapat merusak perangkat keras dan juga saluran jaringan.

3. Modification

Ancaman yang selanjutnya adalah modification atau perubahan pada suatu aset atau data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Serangan ini biasanya berupa perubahan data hingga pesan yang diubah saat dipindahkan oleh suatu jaringan. Fungsi firewall pada jaringan VoIP adalah untuk mencegah hal tersebut.

4. Interception

ancaman interception

Firewall untuk jaringan VoIP adalah untuk melindungi dari ancaman interception. Serangan ini umumnya berupa penyadapan yaitu saat pihak luar yang tidak berwenang mengambil alih akses dari suatu aset.

Hal tersebut biasanya dilakukan untuk dapat mengambil atau mengubah suatu data melalui sebuah jaringan.

Konfigurasi Static Routing di Cisco Packet Tracer

Konfigurasi Static Routing di Cisco Packet Tracer

Static Routing adalah router yang memiliki tabel routing yang disetting secara manual oleh administrator jaringan. Static Routing ini memiliki pengaturan routing paling sederhana dalam sebuah jaringan. Penggunaan routing statik dalam jaringan yang kecil bukanlah suatu masalah, tapi jika dalam jaringan yang besar memerlukan konfigurasi yang ribet karena harus disetting manual.

Langkah-langkah konfigurasi static routing di cisco packet tracer :

1. Buka Cisco Packet Tracer

2. Buat topologi-nya seperti di bawah ini

3. Konfigurasi IP pada PC. Caranya klik pada PC->Desktop->IP Configuration

PC 0 :
IP Address -> 192.168.10.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.10.2 (IP Router)
PC1 :
IP Address -> 192.168.20.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.20.2 (IP Router)
PC2 :
IP Address -> 192.168.30.1
Subnet Mask -> 255.255.255.0
Gateway -> 192.168.30.2 (IP Router)

4. Konfigurasi IP pada Router. Caranya klik pada Router->CLI

->enable => masuk ke router
#conf t => masuk menu konfigurasi
#interface gig0/0 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/0 
#ip address 192.168.10.2 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/0
#interface se0/1/0 => konfigurasi interface serial 0/1/0
#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada se0/1/0
#no shutdown => mengaktifkan interface yang telah di konfigurasi

Lakukan langkah yang sama pada Router1 dan Router2 dengan IP :
Router1 :
-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.20.2 -> Subnet = 255.255.255.0
-Interface Se0/1/0 -> IP = 10.10.10.2 ->Subnet = 255.255.255.252
-Interface Se0/1/1-> IP = 20.20.20.1 -> Subnet = 255.255.255.252
Router2 :
-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.30.2 -> Subnet = 255.255.255.0
-Interace Se0/1/0 -> IP = 20.20.20.2 -> Subnet = 255.255.255.252

5. Konfigurasi Static Routing pada RouterUntuk setting static routing di cisco packet tracer menggunakan perintah :
#ip route [destination] [subnet] [next hop address]
Keterangan :
-ip route : perintah membuat tabel routing static
-destination : network jaringan yang dituju
-subnet : subnet mask jaringan yang dituju
-next hop address : ip dari router yang akan dilewati

Lakukan hal yang sama pada Router1 dan Router2 dengan ketentuan :
Router 1 :
#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.1
#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 20.20.20.2
Router2 : 
#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 20.20.20.1
#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 20.20.20.1

6. Lakukan pengecekan, bisa dengan menggunakan ping pada CommandPrompt di PC atau dengan menggunakan surat

7. Semoga Bermanfaat…

Prinsip Kerja Subscriber Internet Telepon

prinsip kerja subscriber internet protokol – Network Engineering

Pengertian Subcriber

Teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL lebih rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL.

Prinsip Kerja Subsciber pada Internet Telepon

ADSL menggunakan kabel telpon yang telah ada, jadi bukan fiber optics. ADSL juga dijuluki revolusi di bidang internet atau istilah asingnya “broadband”. ADSL mampu mengirimkan data dengan kecepatan bit yang tinggi, berkisar antara 1.5 Mbps – 8 Mbps untuk arah downstream (sentral – pelanggan), dan antara 16 Kbps – 640 Kbps untuk arah upstream (pelanggan – sentral). Kemampuan transmisi ADSL inilah yang mampu mengirimkan layanan interaktif multimedia melalui jaringan akses tembaga. ADSL sendiri merupakan salah satu anggota dari “DSL Family”. Teknologi x-DSL sendiri mempunyai berbagai macam variasi.

Pengertian ADSL 

ADSL merupakan singkatan dari Asymmetric Digital Subscriber Line, yaitu suatu bentuk teknologi pada komunikasi data yang dapat mentransmisikan data dengan cepat yang tinggi melalui kabel tembaga telepon dan memiliki sifat asimetrik, sifat asimetrik maksudnya bahwa data ditransferkan dengan kecepatan berbeda dari satu sisi ke sisi lainnya.

Pengertian SDSL

SDSL Symmetric Digital Subscriber Line adalah layanan akses Internet kecepatan tinggi dengan pencocokan upstream dan downstream kecepatan data. Artinya, data dapat dikirim ke Internet dari mesin klien atau diterima dari Internet dengan ketersediaan bandwidth yang sama di kedua arah.

Biasanya, layanan DSL adalah asimetris (ADSL), dengan sebagian besar bandwidth yang disediakan untuk menerima data, tidak mengirimnya. Layanan SDSL biasanya digunakan oleh perusahaan dengan kehadiran kebutuhan Web, VPN, extranet atau intranet. Dalam kasus ini client server mungkin diperlukan untuk meng-upload sejumlah besar data ke Internet secara teratur. ADSL akan lambat dan tidak memadai untuk tujuan ini, karena bandwidth yang tersedia untuk upload biasanya kurang dari 1 megabit per detik (mbps). Bandwidth yang SDSL bisa setinggi 7 mbps di kedua arah.

Komunikasi Pada Jaringan Komputer dan Telepon

Komunikasi Pada Jaringan Komputer 

Jaringan komputer adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien  dan yang memberikan/mengirim layanan disebut server.
Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Cara Kerja

  • Sinyal listrik maupun sinyal dalam bentuk gelombang elektromagnetik pada suatu jaringan komputer merambat / memancar dengan prinsip kerja jaringan komputer.
  • Agar suatu jaringan dapat saling bertukar informasi data, diperlakukan suatu alat yang disebut modem (modulator demodulator) yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, maupun sebaliknya.

Ada 4 komponen utama pada komunikasi jaringan komputer

  1. Sender : suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi. 
  2.  Protokol : sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. 
  3. Media transmisi : media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data 
  4. Receiver : Receiver (penerima pesan) adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirimkan oleh sumber (komunikator). Pertama tama sender mengirimkan sinyal informasi menuju receiver melalui protokol encode yang mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog kemudian sinyal melalui media transmisi dan melalui protokol kedua di decode kembali menjadi sinyal digital sebelum masuk ke receiver dalam hal ini protokol dapat di istilahkan seperti penerjemah informasi data.

Komunikasi Pada Jaringan Telepon

A.  Jaringan Telepon Kabel 

Telepon kabel menggunakan sistem wireline. sehingga membutuhkan kabel supaya dapat berfungsi .

Cara kerja telepon kabel :

  • Suara dari pengirim diterima oleh alat yang disebut microphone 
  • Microphone mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian disalurkan oleh perangkat telepon 
  • Sinyal tersebut disalurkan melalui kabel ke pusat telekomomunikasi 
  • Dari pusat telekomunikasi, sinyal tersebut diteruskan kepada penerima 
  • Setelah sampai ke penerima, maka sinyal tersebut diubah lagi menjadi gelombang suara oleh alat yang disebut speaker. 

B. Jaringan Telepon Seluler 

Telepon seluler menggunakan sistem wireless. pengirim dan penerima harus tetap tercakup BTS (Base Transceiver Station ). BTS adalah peralatan yang memfasilitasi komunikasi secara wireless antara pengguna telepon seluler.

Cara kerja telepon seluler :

  • Suara dari pengirim diterima oleh alat yang disebut microphone 
  • Microphone mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik dan kemudian dipancarkan oleh pnsel ke bts terdekat 
  • Sinyal tersebut diterima oleh bts dan sinyal tersebut diteruskan ke pusat telekomunikasi 
  • Dari pusat telekomunikasi sinyal diteruskan kepada bts terdekat kemudian diteruskan ke si penerima.
  • Setelah sampai kepada penerima , maka sinyal tersebut diubah lagi menjadi gelombang suara oleh alat yang disebut speaker.

Pengertian dan Cara Kerja Firewall

Pengertian dan Cara Kerja Firewall

Pengertian firewall
Firewall merupakan sebuah sistem keamanan jaringan komputer yang berfungsi melindungi komputer dari beragam jenis serangan dari komputer luar. Firewall memonitor dan mengontrol semua lalu lintas jaringan masuk dan keluar yang kamu lakukan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan. Secara umum, firewall komputer adalah program perangkat lunak yang mencegah akses tidak sah ke atau dari jaringan pribadi.

Jadi, firewall adalah alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan komputer yang terhubung ke jaringan, seperti LAN atau Internet. Firewall juga merupakan bagian integral dari kerangka kerja keamanan komprehensif untuk jaringan yang kamu gunakan. Firewall mampu menjamin keamanan melalui aktvitasi kontrol granular atas jenis fungsi. Firewall juga akan melangsungkan proses sistem yang memiliki akses ke sumber daya jaringan.

Kebanyakan orang berpikir bahwa firewall adalah perangkat yang diinstal pada jaringan, dan mengontrol lalu lintas yang melewati segmen jaringan. Namun, kamu juga dapat memiliki firewall berbasis host yang dapat dijalankan pada sistem itu sendiri, seperti ICF (Internet Connection Firewall). Pada dasarnya, fungsu kedua firewall tersebut sama: untuk menghentikan intrusi dan menyediakan metode kebijakan kontrol akses yang kuat. Dalam definisi yang sederhana, firewall tidak lain adalah sistem yang melindungi komputermu; poin penegakan kebijakan kontrol akses.

Manfaat firewall
Firewall yang merupakan penghalang yang dimaksudkan untuk melindungi PC, tablet, atau ponselmu dari bahaya malware berbasis data yang ada di Internet memiliki beberapa manfaat yakni:

  • Melindungi komputer dari akses jarak jauh tidak sah. Salah satu hal terburuk yang dapat terjadi pada komputermu adalah jika seseorang mencoba mengambil kendali dari jarak jauh. Melihat mouse bergerak di monitor karena ulah hacker tertentu menakutkan. Dengan firewall berkonfigurasi benar (dan OS modern), kamu dapat menonaktifkan akses desktop jarak jauh, sehingga mencegah hacker mengambil alih komputermu.
  • Dapat memblokir pesan yang menautkan ke konten yang tidak diinginkan. Internet memiliki banyak kode buruk yang melintasi dunia maya, menunggu untuk menerkam PC yang tidak terlindungi. Firewall dapat mencegah hal ini terjadi.
  • Menjadikan gaming online lebih aman. Setiap upaya hacker menggunakan malware mereka untuk masuk ke sistemmu akan diblokir, membuat sistemmu menjadi aman.

Cara kerja firewall
Ketika komputermu memiliki perlindungan firewall, semua yang masuk dan keluar dari komputer akan dimonitor. Firewall memantau semua lalu lintas informasi untuk memungkinkan ‘data bagus’ masuk, dan memblokir ‘data buruk’ memasuki komputer. Firewall menggunakan satu atau lebih dari tiga metode di bawah ini untuk mengontrol lalu lintas yang mengalir masuk dan keluar dari jaringan:

  • Penyaringan paket. Paket (potongan kecil data) dianalisis terhadap satu set filter. Paket yang lolos melalui filter dikirim ke sistem yang diminta, sementara paket lainnya dibuang.
  • Layanan proxy. Informasi dari Internet diambil oleh firewall dan kemudian dikirim ke sistem yang diminta dan sebaliknya.
  • Inspeksi stateful. Metode lebih baru yang tidak memeriksa konten setiap paket tetapi membandingkan bagian-bagian kunci tertentu dari paket dengan database informasi tepercaya. Informasi dari dalam firewall ke luar dimonitor untuk menentukan karakteristik spesifik, kemudian informasi yang masuk dibandingkan dengan karakteristik ini. Jika perbandingan menghasilkan kecocokan yang masuk akal, informasi tersebut diizinkan masuk. Kalau tidak, dibuang.

Itulah informasi seputar pengertian firewall besera manfaat dan cara kerjanya. Kamu pun sebaiknya menggunakan firewall untuk membuat jaringan jauh lebih aman. Semoga bermanfaat!

Apa itu SIP ?

SIP adalah singkatan dari Session Initiation Protocol merupakan protocol pensinyalan  pada layer aplikasi yang berfungsi untuk membangun, memodifikasi, dan mengakhiri suatu sesi multimedia yang melibatkan satu user atau lebih. Sesi ini adalah pertukaran data antar user yang meliputi suara,video,dan text.

SIP tidak menyediakan layanan secara langsung tapi menyediakan layanan yang dapat digunakan oleh protokol aplikasi lainnya untuk memberikan layanan yang lebih lengkap bagi pengguna, misalnya dengan RTP (Real Time Transport Protocol) untuk transfer data secara realtime, dengan SDP (Session Description Protocol) untuk mendiskripsikan sesi multimedia , dengan MEGACO (Media Gateway Control Protocol) untuk komunikasi dengan PSTN (Public Switch Telephone Network). Dengan demikian, fungsi dan operasi dasar SIP tidak tergantung pada protocol-protocol tersebut. SIP juga tidak tergantung pada protokol layer transport yang digunakan.

Pembangunan suatu komunikasi multimedia dengan SIP dilakukan melalui beberapa tahap :

  1. User location : menentukan lokasi pengguna yang akan berkomunikasi. 
  2. User availability : menentukan tingkat keinginan pihak yang dipanggil untuk terlibat dalam komunikasi. 
  3. User capability : menentukan media maupun parameter yang berhubungan dengan media yang akan digunakan untuk komunikasi. 
  4. Session setup : “ringing”, pembentukan hubungan antara pihak pemanggil dan pihak yang dipanggil. 
  5. Session management : meliputi transfer, modifikasi, dan pemutusan sesi.

Komunikasi dengan SIP 

Komunikasi pada SIP dilakukan dengan mengirimkan message yang berbasis HTTP.

Setiap pengguna mempunyai alamat yang dinyatakan dengan SIP-URI (Uniform Resource Identification).  Contoh SIP URI : sip: dede@tkj.com

Selain itu, alamat juga dapat dituliskan dalam tel-URL yang kemudian dikonversikan
menja di SIP -URI dengan parameter‘user’ diisi ‘phone’.
Contoh : tel: +62-21-2567011 ekivalen dengan sip: +62-21-2567011@tkj.com ; user=phone.

 Isi pesan di dalam SIP didefinisikan dalam 2 format (RFC 3261), seperti :
 1. Request (dikirim dari client to server), berisi operasi yang diminta oleh client.
 2. Response (dikirim dari server ke client), berisi informasi tentang permintaan status dari client.
 Ada 6 tipe utama pesan permintaan seperti di bawah ini :

  1.  INVITE : mengindikasikan jika user atau layanan sedang diundang untuk bergabung dengan sesi.
  2.  ACK : mengkonfirmasi jika client sudah menerima respon terakhir untuk permintaan INVITE, dan hanya digunakan di permintaan REQUEST.
  3.  OPTION : digunakan untuk mempertanyakan server tentang kemampuannya
  4.  BYE : dikirim oleh client user agent untuk mengindikasikan server jika percakapan akan segera dimatikan.
  5.  CANCEL : untuk membatalkan permintaan yang sedang menunggu keputusan
  6.  REGISTER : digunakan oleh client untuk mendaftarkan informasi kontak Respon pesan berisi kode status dan informasi tentang kondisi permintaan.

  Dan kode ini dibagi menjadi 6 macam:

  1.  1xx : Provisional, permintaan sudah diterima dan sedang diproses
  2.  2xx : Success, permintaan sudah diterima, dimengerti dan disetujui.
  3.  3xx : Redirection, butuh tindakan lebih lanjut untuk memproses permintaan
  4.  4xx : Client Error, permintaan salah syntax dan tidak bisa diidentifikasi jadi server tidak bisa memprosesnya.
  5.  5xx : Server Error, server gagal untuk memproses permintaan.
  6.  6xx : Global Failure, permintaan sama sekali tidak bisa diproses di server manapun

Arsitektur  SIP 

Arsitektur dari SIP terdiri dari dua komponen yaitu user agent dan servers.
User agent merupakan end point dari sistem dan memuat dua sub sistem yaitu user agent client (UAC) yang membangkitkan request, dan user agent server (UAS) yang merespon request.

SIP server adalah kesatuan fungsi logic, dimana tidak perlu memisahkan alat secara fisik. Fungsi dari empat server tersebut yaitu:

  1. Proxy Server : merupakan host jaringan yang berperan sebagai perantara yang bertujuan untuk meminta request atas nama client yang lain. Proxy harus bertindak sebagai server dan client, dia harus mengarahkan SIP request pada user agent server, dan mengarahkan SIP respons pada user agent client . Proxy server juga berfungsi untuk melakukan routing, memastikan request disampaikan pada yang berhak menerima, dan juga membuat kebijakan seperti menyakinkan bahwa pemakai tertentu diijinkan untuk melakukan panggilan.
  2. Redirect Server: merupakan kesatuan logika yang mengarahkan satu klien pada perangkat pengganti dari Uniform Resorce indicators (URIs) untuk menyelesaikan tugas request.
  3. Registrar Server : menerima dan memproses pesan pendaftaran yang mengijinkan lokasi dari suatu endpoint dapat diketahui keberadaannya. Registrar Server ini kerjanya berhubungan dengan Location Server.
  4. Location Server : menyediakan service untuk database abstrak yang berfungsi mentranslasikan alamat dengan kata / keterangan yang ada pada domain jaringan.

Protokol SIP didukung oleh beberapa protokol, diantara lain:

  • IETF Session Description Protokol (SDP), merupakan protokol yang mendeskripsikan media dalam suatu komunikasi. Tujuan protokol SDP adalah untuk memberikan informasi aliran media dalam satu sesi komunikasi agar penerima yang menerima informasi tersebut dapat berkomunikasi.
  • IETF Session Annoucement Protocol (SAP), merupakan suatu protocol yang setiap periode waktu tertentu mengumumkan parameter dari suatu sesi konferensi.
  • IETF Real-Time transport protocol (RTP), menyediakan transfer media secara real time.
  • Real-Time Control Protokol (RTCP), mengatur sesi secara periodik mentrasmit paket yang berisi feedback atas kualitas dari distribusi data.
  • ITU_T Codec merupakan algoritma pengkodean yang direkomendasikan, seperti G.723.1, G711, G.728, dan G.729 untuk audio, atau H.261 untuk video.

Aplikasi dan Kelebihan SIP

Aplikasi

  • Voice over Internet Protocol (VoIP)
  • Konferensi multimedia
  • Text – messaging
  • Event – notification  -> voicemail notification, callback notification
  • Unified Messaging – > voicemail2email

Kelebihan SIP

  1. General – purpose. SIP dapat diintegrasikan dengan protokol stadar IETF lainnya untuk membuat  suatu aplikasi yang berbasis SIP.
  2. Arsitektur yang terdistribusi dan scalable  . Proxy – server,  Redirect – server,  Registrar – server, dan Location – server.
  3. Sederhana. Pengiriman message berbasis HTTP (text-based), bukan binary – based. Hal ini menyebabkan SIP mudah diimplementasikan.
  4. Mobility. Seorang pengguna dapat menerima message/call yang ditujukan kepadanya. meskipun berpindah dari satu lokasike lokasi lainnya. Proxy – server akan meneruskan call ke lokasi pengguna pada saat ini.  Device yang digunakan dapat berupa PC, baik di rumah maupun di kantor,  wireless phone, IP – phone, ataupun telepon biasa.
  5. Layanan dapat dibuat dengan Call Processing Language (CPL) dan Common Gateway Interface (CGI), antara lain :
    • call waiting, call forwarding, call blocking (basic feature)
    • call – forking (melakukan call kepada beberapa endpoint)
    • Instant – messaging
    • Find – me / follow-me

Tahapan Implementasi

Biasanya ada 3 tahapan implementasi SIP sebagai berikut :

  1. Menghubungkan SIP Proxy ke existing PBX
  2. Migrasi User dan terminal ke SIP Proxy
  3. Migrasi koneksi ke PSTN dari existing PBX ke SIP

Tahap 1: Tahap pertama adalah menghubungkan SIP proxy dengan PBX system existing sebagai gateway ke PSTN. Untuk menghubungkan dari IP Network ke PSTN, SIP proxy akan me-routing-kan seluruh panggilan dari panggilan VoIP ke PSTN. Link koneksi bisa menggunakan PRI ISDN maupun T1. Pertama yang harus dilakukan adalah setup SIP proxy (SIP call manager), setelah set-up berjalan dengan baik, selanjutnya tinggal menghubungkan ke PBX existing dengan link ISDN, E1 atau T1.

Tahap 2 : Tahap selanjutnya adalah migrasi existing user dan services ke SIP. Migrasi semua handset ke SIP baik menggunakan gateway maupun mengganti dengan handset yang native SIP. Pendekatan dengan menggabungkan keduanya biasanya menjadi pilihan yang baik. Selanjutnya adalah set-up SIP application server untuk mengakomodasi fitur-fitur yang dibutuhkan user seperti voice mail, multi-party conferencing.

  1. General – purpose. SIP dapat diintegrasikan dengan protokol stadar IETF lainnya untuk membuat  suatu aplikasi yang berbasis SIP.
  2. Arsitektur yang terdistribusi dan scalable  . Proxy – server,  Redirect – server,  Registrar – server, dan Location – server.
  3. Sederhana. Pengiriman message berbasis HTTP (text-based), bukan binary – based. Hal ini menyebabkan SIP mudah diimplementasikan.
  4. Mobility. Seorang pengguna dapat menerima message/call yang ditujukan kepadanya. meskipun berpindah dari satu lokasike lokasi lainnya. Proxy – server akan meneruskan call ke lokasi pengguna pada saat ini.  Device yang digunakan dapat berupa PC, baik di rumah maupun di kantor,  wireless phone, IP – phone, ataupun telepon biasa.
  5. Layanan dapat dibuat dengan Call Processing Language (CPL) dan Common Gateway Interface (CGI), antara lain :
    • call waiting, call forwarding, call blocking (basic feature)
    • call – forking (melakukan call kepada beberapa endpoint)
    • Instant – messaging
    • Find – me / follow-me

Tahapan Implementasi

Biasanya ada 3 tahapan implementasi SIP sebagai berikut :

  1. Menghubungkan SIP Proxy ke existing PBX
  2. Migrasi User dan terminal ke SIP Proxy
  3. Migrasi koneksi ke PSTN dari existing PBX ke SIP

Tahap 1: Tahap pertama adalah menghubungkan SIP proxy dengan PBX system existing sebagai gateway ke PSTN. Untuk menghubungkan dari IP Network ke PSTN, SIP proxy akan me-routing-kan seluruh panggilan dari panggilan VoIP ke PSTN. Link koneksi bisa menggunakan PRI ISDN maupun T1. Pertama yang harus dilakukan adalah setup SIP proxy (SIP call manager), setelah set-up berjalan dengan baik, selanjutnya tinggal menghubungkan ke PBX existing dengan link ISDN, E1 atau T1.

Tahap 2 : Tahap selanjutnya adalah migrasi existing user dan services ke SIP. Migrasi semua handset ke SIP baik menggunakan gateway maupun mengganti dengan handset yang native SIP. Pendekatan dengan menggabungkan keduanya biasanya menjadi pilihan yang baik. Selanjutnya adalah set-up SIP application server untuk mengakomodasi fitur-fitur yang dibutuhkan user seperti voice mail, multi-party conferencing, IVR, fine me follow me dan masih banyak lagi fitur yang disupport SIP.

Tahap 3 : Tahap 3 adalah melakukan routing panggilan ke luar melalui koneksi internet.Banyak  operator memulai menjual SIP based dengan menawarkan layanan long distance dengan harga yang lebih murah. Yang perlu diantisipasi adalah nature network  internet yang unpredictable (seperti jitter dan error rate) dan tentu saja security. Sebagai tahap awal SIP dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan panggilan ketika di luar kantor atau teleworkers.
Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian SIP (session initial protocol) di dalam VoIP. Mudah-mudahan bisa memberikan manfa’at.

Materi Basis Data XI RPL

A. Deskripsi
Basis data adalah merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama, sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Ruang lingkup mata pelajaran inimenitik-beratkan pada strategi perancangan dan pembuatan sistem basis data. Topik materi yang dipelajarai dalam mata pelajaran ini antara lain adalah: struktur hirarki basis data, ketergantungan fungsional, entity relationship diagram (ERD), teknik normalisasi data, standar query language (SQL) dan aplikasi
sistem manajemen basis data atau database managemen sistem (DBMS) Topik hirarki basis data menjelaskan tentang konsep basis data, arsitektur basis data, model struktur hirarki basis data dan struktur model jaringan basis data. Konsep basis data mempelajari tentang definisi basis data, tujuan dan manfaat basis data, pengertian sistem manajemen basis data dan operasi dasar dalam manajemen basis data. Topik ketergantungan fungsional menguraikan materi tentang ragam relasi
basis data, batasan partisipasi (constraint) dan dependency. Relasi basis data meliputi relasi one to one, relasi one to many, relasi many to many dan relasi ternary. Batasan partisipasi meliputi partisipasi total dan partisipasi parsial. Topik entity relationship diagrammenjelaskan tentang perancangan diskripsi sistem basis data,identifikasi entitas, identifikasi atribute dan relasi, membuat ER diagramserta memetakan ER ke tabel relasional. Topik Standar query language (SQL) menjelaskan tentang pemakaian bahasa query untuki mengakses data yang meliputi data definition language (DD) dan data manipulation language (DML).

B. Uraian materi.
1) Definisi Basis Data
Secara umum untuk menjelaskan tentang pengertian basis data dapat ditinjau dari dua sisi,pengertian secara kharfiah dan pengertian secara istilah. Menurut pengertian secara kharfiah, basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai suatu markas atau gudang, tempat bersarang atau tempat berkumpul.Data dapat diartikan merupakan representasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek (manusia, barang, peristiwa, keadaan
dsb) yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.Adapun menurut pengertian secara istilah, terdapat beberapa definisi yaitu sebagai berikut :
– Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yangdiorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah
– Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan
– Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu.
– Kumpulan data, yang dapat digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.

2) Komponen Basis data.
Basis data adalah merupakan suatu sistem yang dibangun oleh beberapa komponen diantaranya ada enam komponen pokok antara lain ialah:

  • Perangkat keras (hardware) dalam sistem komputer. Dalam sistem pengolahan basis data digital perangkat utama sebagai pengolah data dalah komputer.
  • Perangkat Lunak Aplikasi (software) lain yang mendukung dan bersifat opsional. Perangkat lunak digunakan untuk mendukung proses pengelolaan basis data. Misal: bahasa pemrograman C, basic pascal.
  • Sistem Operasi (operating system). Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola aplikasi basis data dan penggunaan sumberdaya komputer.
  • Basis data data lain yang mempunyai keterkaitan dan hubungan dengan basis data itu sendiri. Berisi atau memiliki objek-objek basis data seperti file, table, indeks . Mempunyai disfinisi struktur baik untuk basis data maupun objek-objek secara detail.
  • Sistem Pengelola Basis Data Database Management System atau database managemen system (DBMS). Merupakan program aplikasi untuk pengelolaan basis data, seperti Microsoft acces, oracle dan lian-lain
  • Pemakai (user), yaitu pengguna yang terlibat dalam pengelolaan basis dan penggunaan basis data.

3) Sistem manajemen basis Data
Sistem manajemen basis data adalah merupakan sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen-komponen fungsional (komputer) yang saling berhubungan secara bersama-sama, bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau pekerjaaan tertentu. Sistem ini merupakan
gabungan antara basis data dan kumpulan program atau perangkat lunak DBMS (database management system). DBMS adalah program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu system.
DBMS didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, misalnya penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya. Kumpulan file (table) yang saling berhubungan dalam di sebuah komputer dan sekumpulan program yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan
memanipulasi file-file atau table-tabel tersebut.

Gambar 1. Konsep system basis data dan DBMS

4) Tujuan dan Manfaat Penggunaan basis data
Kesuksesan suatu organisasi bergantung pada kemampuannyamenangkap data secara akurat dan tepat waktu. Hal tersebut berkaitan dengan operasi dan pengaturan data secara efektif, maupun penggunaan data untuk keperluan analisis untuk kebutuhan pendukung keputusan. Kemampuan untuk mengatur atau mengolah sejumlah data, dan kecepatan untuk mencari informasi yang relevan, adalah aset yang sangat penting bagi suatu organisasi. Untuk mendapatkan himpunan data yang besar dan kompleks, user harus memiliki alat bantu (tools) yang akan menyederhanakan tugas manajemen data dan mengekstrak informasi yang berguna secara tepat waktu.Beberapa tujuan penggunaan basis data adalah sebagai berikut :

  • Kecepatan dan Kemudahan (Speed) , melalui basis data diharapkan
    pengguna dapat melakukan penyimpanan, perubahan dan menampilkan
    kembali dengan cepat dan mudah.
  • Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space). Penggunaan basis data mampu
    mengurangi pengulangan atau redundansi data. Hal ini dapat dilakukan
    dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasirelasi (dalam bentuk file) antara kelompok data yang saling berhubungan.
  • Keakuratan (Accuracy), melalui basis data data keakuratan data lebih
    terjaga dengan menerapkan aturan dan batasan tertentu (constraint), tipe
    data, domain data dan keunikan data
  • Ketersediaan (Availability). Dengan basis data data yang sudah tidak
    dipakai dapat dipisahkan dari sistem database yang sedang aktif. Hal ini
    dapat dilakukan dengan cara penghapusan atau memindahkannya ke
    media backup untuk menghemat ruang penyimpanan. Selain itu dapat
    memanfaatkan teknologi jaringan komputer agar data yang berada di suatu
    lokasi atau cabang daat juga diakses oleh lokasi atau cabang lainnya.
  • Kelengkapan (Completeness). Agar data yang dikelola senantiasa lengkap
    baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. Hal ini
    dapat dilakukan melaluipenambahan record-record data, perubahan
    struktur basis data, menambah field pada tabel atau menambah tabel baru.
  • Keamanan (Security). Walaupun tidak semua sistem basis data
    menerapkannya, keamanan dalam penggunaan basis data diperlakukan
    pada sistem yang besar dan serius. Dengan penerapan ini, setiap
    pengguna dibedakan hak aksesnya; yakni ditentukan obyek-obyek mana
    saja yang bisa diakses dan proses apa saja yang bisa dia dilakukan.
  • Kebersamaan (Sharability). Agar data yang dikelola oleh sistem
    mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai) dengan menjaga /
    menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena
    terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).

Cara Membuat Jaringan WAN Dengan Cisco Packet Tracer

Cisco Packet Tracer merupakan software simulasi jaringan, dengan adanya software ini kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli device jaringan dalam mempelajari dan mendalami jaringan komputer.

jaringan wan cisco packet tracer

Dengan software ini kita dapat membuat dan mendesain berbagai jenis jaringan komputer, salah satunya adalah jaringan WAN.

Jaringan area luas (bahasa Inggris: Wide Area Network; WAN ) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. -Wikipedia

Postingan kali ini memaparkan bagaimana membangun jaringan WAN dengan software Cisco Packet Tracer. Packet Tracer yang digunakan adalah versi 7.3.0.
Pastikan kamu sudah menginstall Cisco Packet Tracernya-nya. Jumlah device yang digunakan yaitu: 12 buah PC; 4 buah switch dan 2 buah router.

1. Buka Cisco Packet Tracer.

2. Kemudian buat desain jaringan seperti berikut.

3. Hubungkan device-device tersebut dengan kabel jaringan. Kabel Straight-Through digunakan untuk menghubungkan device yang berbeda sedangkan kabel cross-over digunakan untuk menghubungkan device yang sama.

jaringan wan cisco packet tracer

4. Masukkan IP address tiap PC, klik icon PC > Desktop > IP Configuration.

Setting IP address tiap PC seperti gambar berikut.

5. Setelah IP address telah tersetting, pastikan tiap PC dapat berkomunikasi dengan PC lain. Caranya dengan menekan tombol P pada keyboard atau klik icon kemudian letakkan di dua PC yang berada pada satu jaringan kecil/satu gateway. Bila berhasil terhubung, akan muncul status pada pojok kiri bawah layar seperti berikut.

jaringan wan cisco packet tracer

6. Agar PC pada gateway 192.168.1.1 dapat berhubungan dengan PC yang berada pada gateway 192.168.20.1 diperlukan sebuah router untuk menghubungkan dua switch yang “memegang” PC yang ada pada gateway tersebut. Router harus disetting terlebih dahulu agar dapat menghubungkan switch tersebut. Berikut settingan routernya.

Kemudian beralih ke menu RIP, masukkan kedua gateway tadi (192.168.1.1 dan 192.168.20.1) satu persatu dengan meng-klik Add sehingga settingannya menjadi seperti berikut.

Bila settingan berhasil, kita dapat mengirim paket data dari PC pada gateway 192.168.1.1 ke PC pada gateway 192.168.20.1.

jaringan wan cisco packet tracer

7. Lakukan hal diatas pada router (Router1) satunya.

8. Setelah kedua router telah tersetting dan berjalan dengan baik, selanjutnya hubungkan kedua router tersebut sehingga semua PC yang ada dapat berkomunikasi. Hubungkan router dengan kabel cross-over.

Router diatas hanya memiliki 2 port yaitu FastEthernet0/0 dan FastEthernet0/1. Untuk itu kita perlu menambah portnya. Caranya matikan router terlebih dahulu, klik icon router yang ada di jaringan > Physical > klik lampu hijau pada gambar router. Lihat gambar berikut.

Router on

Router off

Kemudian tekan, tahan dan geser NM-4E ke gambar port router, bila sudah nyalakan kembali routernya. Lihat gambar berikut.

Router with modules NM-4E off

Router with modules NM-4E on
Interface pada router bertambah.

Lakukan hal yang sama pada router satunya, port yang digunakan untuk menghubungkan router dengan router yaitu port Ethernet1/0.

9. Setting kedua router (Router0 dan Router1) seperti berikut (IP address dapat diubah sesuai keinginan).

IP Address Router0

IP Address Router1

Kemudian kenalkan IP address dari masing-masing router ke router yang lain di menu RIP.

jaringan wan cisco packet tracer
jaringan wan cisco packet tracer

10. Selesai! bila semua settingan benar

jaringan wan cisco packet tracer

Hasil Desain

Belajar Perintah Dasar CRUD Database Menggunakan MYSQL di CMD (Command Prompt)

Di postingan kali ini kita akan belajar tutorial CRUD (Create Read Update dan Delete) dengan MYSQL pada command prompt. Melakukan perintah CRUD yakni membuat database, membaca database, memperbarui/menambah database sampai menghapus databse pada php MYSQL di consol CMD (command prompt).

Perintah CRUD (Create, Read, Update dan Delete) Database MYSQL di CMD

Pertama, buka jalankan xampp dan silahkan jalankan database mysql melalui CMD. Jika belum tau caranya. Nah jika sudah, kita langsung saja ke turorialnya sebagai berikut.

1. Jalankan CMD (Klik kANAN run administrator)

Jalankan dulu CMDnya dengan menggunakan klik kanan lalu klik run administrator, lalu masukkan perintah “cd c:\xampp\mysql\bin” (tanpa tanda petik).

Setelah itu masukkan perintah “mysql -u root” tanpa tanda petik.

2. MEMBUAT DATABASE
create database nama_database;

Buatlah sebuah database dengan nama belajarbasisdata.

Contoh :

create database belajarbasisdata;

3. TAMPILKAN SELURUH DATABASE

show databases;
Menampilkan semua database yang ada di komputer.

4. MENGGUNAKAN DATABASE

use nama_database;

untuk memilih database yang akan kita gunakan. Pada sudy kasus ini saya akan gunakan database phpdasar yang saya bikin, maka syntaknya sebagai berikut.
Contoh :

use belajarbasisdata;

5. MEMBUAT TABEL

create table nama_tabel();

Nah, sekarang kita memasuki tahap CRUD  database mysql di cmd, yakni tahap pertama ialah Perintah untuk membuat tabel didalam database. Sebagai contoh, saya membuat tabel mahasiswa dengan atribut id, nama, NIS, jurusan sebagai birikut.
Contoh :

create table siswa(
id int primary key auto_increment,
nama varchar(100),
NIS char (11),
jurusan varchar(100)
);

6. MENAMPILKAN TABEL

show tables;
Peintah untuk menampilkan tabel yang tersedia didalam database. Karena saya telah telah membuat tabel dengan nama “siswa”, maka tampil sebagai berikut.

7. MENAMPILKAN ISI/ATRIBUT PADA TABEL

describe nama_tabel; atau desc nama_table;

Merupakan perintah untuk menampilkan isi dari tabel yang telah dibuat. Karena saya telah mengisi atribut (id, nama, NIK dan jurusan) pada langkah nomor 4, maka tampil sebagai berikut.
Contoh :

desc siswa;

8. MENAMBAH DATA PADA TABEL

insert into nama_tabel values (”, ‘Jonathan’, ‘12345’, ‘Rekayasa Perangkat Lunak’);

Perintah menambahkan data pada tabel database, silahkan anda tambahkan 1 atau 2 data pada tabel. Pada contoh kali ini saya akan berikan satu data pada tabel sebagai berikut.
Contoh :

insert into siswa values ('', 'Jonathan', '12345', 'Rekayasa Perangkat Lunak');

9. MENAMPILKAN (Semua) DATA PADA TABLE

select * from nama_tabel;
Perintah untuk menampilkan (seluruh) isi data yang ada pada tabel.
Contoh :

select *from siswa;

10. MENAMPILKAN DATA TABLE (Nama)

select nama from nama_tabel;

Perintah database untuk menampilkan nama saja.
Contoh :

select nama from siswa;

11. MENAMPILKAN DATA TABLE (Nama dan Jurusan) :

select nama,jurusan from nama_tabel;
Perintah untuk memfilter lebih dari satu. Misalnya jika ingin menampilkan nama dan jurusan, maka pisahkan dengan koma (,).
Contoh :

select nama,jurusan from siswa;

12. UPDATE DATA TABLE:

update nama_tabel set jurusan = ‘Multimedia’ where id = ‘1’;
Perintah untuk update data pada tabel. Sebagai contoh saya ingin mengubah jurusan = ‘Multimedia’ pada data dengan nomor id= ‘1’, sebagai berikut.

update siswa set jurusan = 'Multimedia' where id = '1';

13. HAPUS DATA TABLE:

delete from nama_tabel where id = ‘1’;
Perintah delete data pada tabel database mysql di cmd bisa menggunakan keyword id, nrp atau jurusan (yang unik). Sebagai contoh saya menggunakan keyword id =’1′ untuk mencari data mahasiswa yang akan dihapus.
Contoh :

delete from siswa where id = '1';

14. MENGHAPUS TABLE:

drop table nama_tabel;

Perintah untuk menghapus tabel.
Contoh :

drop table siswa;

15. MENGHAPUS DATABASE:

drop database nama_database;
Perintah untuk menghapus database.
Contoh :

drop database belajarbasisdata;

Silahkan di pelajari materinya, dan di pahami dengan baik. Terima kasih